25 Mei 2011

Peranan Pendidikan dalam Membentuk Karakter Bangsa

Pendidikan merupakan salah satu aspek yang penting dalam kehidupan setiap individu. Pendidikan bermula sejak manusia dilahirkan hingga menemui ajal. Dikembangkan dari himpunan individu dalam keluarga, berkembang sedemikian rupa dalam masyarakat. Dalam masyarakat inilah, kemudian kita mengenal pendidikan yang terbagi dua. Yakni pendidikan formal dan informal. Pendidikan sendiri meliputi aspek rohani, jasmani, akal, dan sosial. Saking pentingnya pendidikan, diyakini, tanpa pendidikan, manusia tidak akan pernah berkembang dan maju, tak dapat bersaing, hingga akhirnya tidak mustahil menjadi terbelakang.
PEMERINTAH Indonesia melihat pendidikan nasional sebagai sebuah hal yang sangat penting dan bersifat fundamental, terlihat dari dicantumkannya kalimat:’’.... memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan bangsa...’’, pada pembukaan UUD 1945. Selain itu, pemerintah Indonesia juga telah menyusun kurang lebih 30-an peraturan perundang-undangan mengenai pendidikan. Di antaranya UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam UU tersebut, pendidikan sendiri didefinisikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU Sisdiknas pasal 1 ayat 1).
Keberhasilan sebuah sistem pendidikan dalam sebuah bangsa dan negara, dapat dilihat singkat pada produk nasional, hasil pendidikan di suatu negara tersebut, dan ketercapaian atas tujuan-tujuan pendidikan. Di Indonesia, tujuan pendidikan adalah, pertama, membuat setiap individu dan masyarakat menikmati hak dan tanggung jawab, meningkatkan demokrasi, membentuk masyarakat yang bertanggung jawab dan peduli, serta menekankan pentingnya falsafah pendidikan. Kedua, memecahkan masalah global yang relevan seperti kemiskinan dan pembangunan,isu lingkungan, etika kesehatan, kesetaraan gender, pertumbuhan penduduk, serta keragaman budaya.
Di Indonesia, bisa saja banyak pihak mengklaim bahwa pendidikan nasional yang sedang berjalan saat ini berhasil. Namun, tak sedikit pula yang menganggap pendidikan nasional jalan di tempat, bahkan cenderung menurun. Baik secara prestasi maupun kualitas. Bisa dilihat, kini pendidikan nasional Indonesia dinilai sudah tertinggal dari sistem pendidikan negara tetangga. Seperti, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Negara-negara yang merdeka setelah Indonesia, yang dulu bahkan mendatangkan tenaga-tenaga pengajar dari Indonesia, saat ini sudah jauh melampaui Indonesia dalam hal kualitas pendidikan. Bahkan kini, justru Indonesia lah yang mengimpor tenaga pengajar dari negara-negara tersebut.
Karakter Bangsa
Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki karakter pada kehidupan berbangsa dan bernegara. Karakter bangsa dalam antropologi (khususnya masa lampau) dipandang sebagai tata nilai budaya dan keyakinan yang mengejawantah dalam kebudayaan suatu masyarakat serta memancarkan ciri-ciri khas keluar, sehingga dapat ditanggapi orang luar sebagai kepribadian masyarakat tersebut. (Ade Armando dkk. Refleksi Karakter Bangsa, Forum Kajian Antropologi Indonesia, Jakarta, 2008, hal 8).
Terselenggaranya layanan prima pendidikan nasional untuk membentuk insan Indonesia cerdas komprehensif yang merupakan visi dari pendidikan nasional menggambarkan arti penting pendidikan nasional di mata pemerintah. Terlebih visi ini didukung oleh beberapa misi, yaitu:
1. Ketersediaan
Meningkatkan ketersediaan layanan pendidikan. Sebagai upaya menyediakan sarana-prasarana dan infrastruktur satuan pendidikan (sekolah) dan penunjang lainnya.
2. Keterjangkauan
Memperluas keterjangkauan layanan pendidikan. Mengupayakan kebutuhan biaya pendidikan yang terjangkau oleh masyarakat.
3. Kualitas
Meningkatkan kualitas/mutu dan relevansi layanan pendidikan. Sebagai upaya mencapai kualitas pendidikan yang berstandar nasional dalam rangka meningkatkan mutu dan daya saing bangsa.
4. Kesetaraan
Mewujudkan kesetaraan dalam memperoleh layanan pendidikan. Tanpa membedakan layanan pendidikan antarwilayah, suku, agama, status sosial, negeri dan swasta, serta gender.
5. Kepastian Jaminan
Menjamin kepastian memperoleh layanan pendidikan. Adanya jaminan bagi lulusan sekolah untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya atau mendapatkan lapangan kerja sesuai kompetensi
Dilihat dari visi dan misi pendidikan nasional, seharusnya pendidikan nasional telah menjadi sebuah sarana untuk memajukan bangsa dan negara. Namun mengapa banyak pihak menganggap sistem pendidikan nasional berjalan di tempat, bahkan gagal? Karakter bangsa jawabannya. Sistem pendidikan yang ada tidak berhasil membentuk karakter bangsa. Pendidikan di Indonesia mulai Orde Baru sampai zaman reformasi belum berubah signifikan. Karakter bangsa yang diharapkan terbentuk pada anak-anak didik malah terkesan lenyap. Semestinya, pendidikan menjadi alat untuk menciptakan manusia Indonesia yang cerdas secara spiritual, sosial, dan intelektual. Kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh kualitas SDM yang dimiliki oleh negara tersebut. Kualitas SDM yang ada pada suatu negara sangat ditentukan oleh kemajuan pendidikan yang dicapainya.
Dengan demikian, pendidikan memiliki peran yang sangat strategis bagi peningkatan kemajuan suatu negara. Tentunya kebijakan pendidikan yang dilakukan oleh suatu negara hendaknya menunjukkan berbagai perubahan-perubahan yang menuju ke arah perbaikan masyarakatnya dalam berbagai bidang terutama nilai moralnya. Perubahan tersebut hendaknya ke arah yang lebih baik. Arah perubahan tersebut sangat bergantung dari kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dan kemauan baik dari setiap warga negaranya.
Berbagai kebijakan pemerintah Indonesia dikeluarkan demi untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Namun, berbagai kebijakan tersebut sampai saat ini masih belum menunjukkan ketercapaian yang dicita-citakan. Masih banyak kebijakan-kebijakan yang belum mencapai sasaran yang diinginkan termasuk dalam dunia pendidikan. Padahal pendidikan adalah kunci untuk kemajuan suatu bangsa.
Berdasarkan riset yang dilakukan kemajuan suatu bangsa ternyata ditentukan oleh karakter dan budayanya. Karena terdapat ciri-ciri karakter dalam sebuah negara maju yaitu :
1. Hubungan dan tingkat saling percaya baik disertai nilai dan sikap positif, optimis serta saling mendukung.
2. Sistem dan etika hukum jelas dan dipatuhi.
3. kewenangan adalah bertujuan untuk melayani masyarakat ( pejabat hidup sederhana dan setara dengan rakyat).
4. Mampu bekerja keras dan memiliki sikap mulia, serta mampu memberikan rasa kebahagiaan.
5. Memiliki orientasi untuk membuat hidup terencana dalam jangka waktu yang panjang.
Belum lagi data lain menunjukkan bahwa kemajuan suatu bangsa pun ditentukan oleh inovasi dan kreativitas 45%, link atau network 25%, kemampuan teknologi 20% dan terakhir 10%. Berdasarkan data tersebut di atas maka jelaslah pendidikan karakter memiliki peran signifikan dalam menentukan kemajuan suatu bangsa.
Kita bangsa Indonesia wajib bersyukur dan bangga atas berkat rahmat Allah SWT bahwa bangsa dan negara ini diberkati dengan berbagai keunggulan potensial, terutama:
1. Keunggulan natural (alamiah): nusantara Indonesia amat luas (15 juta km2, 3 juta km2 daratan + 12 juta km2 lautan, dalam gugusan 17.584 pulau); amat subur dan nyaman iklimnya; amat kaya sumber daya alam (SDA); amat strategis posisi geopolitiknya: sebagai negara bahari (maritim, kelautan) di silang benua dan samudera sebagai transpolitik-ekonomi dan kultural postmodernisme dan masa depan.
2. Keunggulan kuantitas-kualitas manusia (SDM) sebagai rakyat dan bangsa; yang memiliki 235 juta penduduk, merupakan kekuatan besar untuk keunggulan.
3. Keunggulan sosiokultural dengan puncak nilai filsafat hidup bangsa (Pancasila) yang merupakan jatidiri nasional, jiwa bangsa, asas kerohanian negara dan sumber cita nasional sekaligus identitas dan integritas nasional.
4. Keunggulan historis; bahwa bangsa Indonesia memiliki sejarah keemasan: kejayaan negara Sriwijaya (abad VII-XI); dan kejayaan negara Majapahit (abad XIII-XVI) dengan wilayah kekuasaan kedaulatan geopolitik melebihi NKRI sekarang (dari Taiwan sampai Madagaskar).
5. Keunggulan sistem kenegaraan Pancasila sebagai negara Proklamasi 17 Agustus 1945; terjabar dalam asas konstitusional UUD 45:
a. NKRI sebagai negara berkedaulatan rakyat (demokrasi);
b. NKRI sebagai negara hukum (rechtsstaat);
c. NKRI sebagai negara bangsa (nation state);
d. NKRI sebagai negara berasas kekeluargaan (paham persatuan, wawasan nasional dan wawasan nusantara);
e. NKRI menegakkan sistem kenegaraan berdasarkan UUD Proklamasi yang memancarkan asas konstitusionalisme melalui tatanan kelembagaan dan kepemimpinan nasional dengan identitas Indonesia, dengan asas budaya dan asas moral filsafat Pancasila yang memancarkan identitas martabatnya sebagai sistem filsafat theisme-religious.
Keunggulan potensial demikian sinergis yang terpancarkan budaya dan moral Pancasila dalam mewujudkan cita-cita nasional.
Peranan Pendidikan
Berdasarkan hal di atas, sudah saatnyalah pendidikan nasional mengambil peranan penting dalam membentuk karakter bangsa. Karakter bangsa seperti yang disebutkan di awal, bisa dikembalikan seperti sedia kala dengan beberapa langkah, antara lain dengan:
1. Merubah mindset
Perubahan cara berpikir, hendaknya tidak dilakukan hanya oleh Pemerintah saja, namun juga seluruh elemen pendidikan, mulai dari Pemerintah, sekolah, guru, murid, keluarga, hingga individu-individu pribadi. Perubahan cara berpikir meliputi pemahaman tentang tujuan dan visi misi pendidikan nasional.
2. Penataan ulang konsep pendidikan
Pemerintah harus mengambil langkah-langkah strategis dalam upaya pembangunan pendidikan nasional. Pemerintah juga harus dapat menjamin bahwa seluruh anak usia sekolah dasar akan memperoleh pendidikan dasar. Konsep pendidikan ke depan berupaya menciptakan suasana belajar dan sumber belajar yang memungkinkan anak didik mencapai kesejahteraan batin dalam belajar dengan penuh kebebasan, sesuai dengan gaya belajar anak masing-masing. penciptaan suasana dan konsep pendidikan, hendaknya berhubungan dengan nilai-nilai kreativitas serta penciptaan.
3. Pemahaman tentang pilar pendidikan yang humanis
Pendidikan bukan hanya berupa transfer ilmu pengetahuan dari satu orang ke orang yang lain, tapi juga mentransformasikan nilai-nilai ke dalam jiwa, kepribadian, dan struktur kesadaran manusia itu. Hasil cetak kepribadian manusia adalah hasil dari proses transformasi pengetahuan dan pendidikan yang dilakukan secara humanis.
4. Pemahaman bahwa pendidikan adalah faktor kunci
Pendidikan menjadi kunci bagi semua hal, dengan pendidikan, manusia memiliki daya untuk membagi pengetahuan meski tidak harus berlevel-level. Namun dari pendidikanlah semua ilmu pengetahuan dapat dikuasai, dan pemahaman tentang suatu hal dapat terjadi.
Oleh karena itu, penting bahwa pemahaman pendidikan sebagai faktor kunci dipahami dengan baik, untuk membuka cakrawala berpikir dengan luas.
5. Dilakukan terprogram bersama-sama
Seluruh program pendidikan haruslah saling menunjang satu sama lain. Saling mendukung, itulah fungsi saling mengisi satu sama lain, antar program pendidikan.
6. Bergerak bersama-sama dengan semua elemen
Sebuah mobil tidak akan berjalan, bila roda-rodanya berjalan saling berlawanan arah. Ibarat roda, elemen-elemen pendidikan, pihak-pihak yang menangani persoalan pendidikan haruslah berjalan beriringan dan selaras satu lain. Pemerintah, legislatif, sekolah, guru, siswa, bahkan keluarga dan individu, harus paham dan siap bergerak bersama-sama.
Akhirnya, pendidikan mengambil peranan yang tidak pernah usai dan tidak berujung dalam rangka membangun karakter bangsa yang utuh, karena karakter bangsa itu sendiri selalu berproses menurut perkembangan dan dinamika bangsa. Karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Keberlanjutan proses ini memerlukan komitmen, konsistensi, dan waktu yang lama. Tak lupa pula, pembentukan karakter bangsa diperlukan keterlibatan seluruh komponen bangsa guna membangun Indonesia yang maju, mandiri, kuat, dan berkepribadian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

image

Lorem ipsum dolor sit

Aliquam sit amet urna quis quam ornare pretium. Cras pellentesque interdum nibh non tristique. Pellentesque et velit non urna auctor porttitor.

image

Nunc dignissim accumsan

Vestibulum pretium convallis diam sit amet vestibulum. Etiam non est eget leo luctus bibendum. Integer pretium, odio at scelerisque congue.